“Manasik ini kami harapkan dapat membantu jemaah melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar, serta kembali ke tanah air dalam kondisi sehat dan selamat,” ujarnya.
Syamsi menambahkan, materi manasik tidak hanya membahas teknis ibadah, tetapi juga kebijakan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji, pelayanan kesehatan, alur perjalanan ibadah, hingga kebijakan khusus bagi jemaah lanjut usia.
“Kami juga mengingatkan agar para calon jemaah mengikuti seluruh materi dengan sungguh-sungguh, menjaga kondisi kesehatan sejak dini, dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah demi kelancaran serta keselamatan pelaksanaan ibadah haji,” katanya.
Melalui pembinaan tersebut, Kemenhaj Purwakarta menargetkan jemaah memiliki kesiapan fisik, mental, dan pengetahuan yang memadai dalam menjalankan ibadah haji pada musim haji 2026. (Gin)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





