Indrawati menilai perhatian masyarakat Jawa Barat terhadap seni tari tradisional juga terus menurun, sementara pemerintah dinilainya belum hadir sebagai penopang utama kebudayaan lokal.
“Apresiasi masyarakat sendiri masih kurang. Karena itu saya selalu berusaha membuat kemasan baru yang menarik generasi muda, tanpa meninggalkan dasar klasiknya,” jelasnya.
Upaya itu terlihat dalam konsep pertunjukan yang akan digelar di Gedung Asia Afrika pada 14 Februari 2026 mendatang. Dalam pergelaran bertajuk Karsa Rekacipta Indrawati Lukman, STI menampilkan rangkaian tari kreasi khas mereka dengan konsep medley tanpa jeda, agar penonton awam tetap menikmati tanpa merasa jenuh.
“Orang awam itu yang penting visual dulu. Kalau terlalu lama mereka bosan. Jadi saya kemas enam tarian langsung tanpa jeda, sekitar 20 menit,” ungkap Indrawati.
Selain tari kreasi, STI juga menyuguhkan fragmen drama tari yang diangkat dari Serat Menak, khususnya kisah Menak Cina yang menampilkan tokoh Dewi Adaninggar. Kisah tragis tentang cinta, kecemburuan, hingga peperangan ini diolah dengan perpaduan tari, teater cahaya, multimedia, dan narasi dalang.





