Pergerakan tanah ini dilaporkan telah merambat sejauh 20 meter dari titik awal. Akibatnya, lebih dari 250 warga terpaksa mengungsi.
Sementara itu sedikitnya 70 bangunan mengalami kerusakan, terdiri atas 57 rumah rusak berat serta sejumlah fasilitas umum dan rumah ibadah.
Kepala Pelaksana BPBD Purwakarta, Deni Darko, menyebut bahwa fenomena tanah bergerak ini bukan kali pertama terjadi.
Sejak April 2025, aktivitas pergeseran tanah telah terdeteksi beberapa kali, dengan intensitas yang meningkat dalam sebulan terakhir.





