Daerah

Anak Jabar Paling Banyak Terekrut Terorisme, Dedi Mulyadi Soroti Pengawasan Orang Tua Soal Akses Digital

×

Anak Jabar Paling Banyak Terekrut Terorisme, Dedi Mulyadi Soroti Pengawasan Orang Tua Soal Akses Digital

Sebarkan artikel ini
Dedi Mulyadi memberi pernyataan soal hasil fit and proper test OJK terhadap calon komisaris BJB.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Foto: Net)

Sekolah juga disebut memiliki tanggung jawab yang sama. KDM menyebut pihaknya telah menerapkan larangan membawa gawai untuk tingkat SMP. Namun, kenyataannya masih ada siswa yang tetap membawa karena diberi izin oleh orang tuanya.

“Kami sudah melarang untuk SMP, tapi di lapangan masih membawa karena orang tua memberi. Jadi kami tidak bisa intervensi terlalu personal,” katanya.

Baca Juga:  Pihak Keluarga Vina Tuding Polisi Tidak Transparan Soal Foto Pegi, Ini Kata Polda Jabar

KDM mengingatkan bahwa gawai bukan satu-satunya faktor yang membuat anak rentan direkrut jaringan terorisme. Ia mencontohkan kasus di SMA 72 Jakarta, di mana korban perundungan membuat bom sebagai bentuk pelampiasan. Menurutnya, bullying juga menjadi pintu masuk radikalisasi.

Baca Juga:  Limbah Jadi Energi! Dedi Mulyadi Ubah Jerami Jadi Bahan Bakar Traktor di Subang

“Kasus yang Jakarta di SMA 72, anak yang menjadi korban bully bikin bom,” ujarnya.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa pada tahun 2025 terdapat sekitar 110 anak yang teridentifikasi terekrut jaringan terorisme di 23 provinsi. Dari jumlah itu, Jawa Barat menjadi provinsi dengan angka tertinggi, disusul DKI Jakarta. (Red)

Baca Juga:  Disdik Jabar Siap Jalankan Larangan Siswa Bawa Kendaraan ke Sekolah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pages ( 2 of 2 ): 1 2