“Beban utang kita tinggi. Betul. Satu dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional), kedua membiayai Kertajati, kita ngebiayaain terus, hasilnya ga ada,” kata Dedi Mulyadi dalam video di akun TikTok miliknya, seperti dikutip, Senin, 5 Januari 2025.
Diketahui, Bandara Kertajati diresmikan Presiden Joko Widodo pada 24 Mei 2018 dengan total anggaran pembangunan sekitar Rp 2,6 triliun.
Dedi mempertanyakan alasan pemerintah provinsi harus terus mengucurkan dana untuk bandara yang belum menunjukkan kinerja bisnis.
“Ya membiayai Pak, kita membiayai sesuatu yang tak menghasilkan apa pun, gitu lho. Padahal lembaga bisnis, itu lembaga penerbangan bisnis. Kertajati dan Al Jabbar itu kalau dibangunin Rp 100 miliar,” ujar dia.





