“Sebenarnya bangunan ini sudah lama kami kosongkan karena kondisi atapnya terlihat keropos. Saat ambruk, Alhamdulillah tidak ada korban,” katanya.
Menurut Idad, pihak sekolah sebelumnya telah mengantisipasi risiko dengan memindahkan seluruh fasilitas seperti meja dan kursi dari ruangan tersebut.
Akibat kejadian ini, kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp41,5 juta, dengan kerusakan utama pada bagian konstruksi bangunan.
Pihak sekolah juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Pihak kami sudah melaporkan kejadian ini ke dinas terkait,” tandasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





