“Tim Tanggap Darurat Badan Geologi saat ini sudah berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan menyusun rekomendasi teknis penanganan bencana gerakan tanah,” ujar Hadi.
Tim yang beranggotakan 10 orang, terdiri atas lima personel teknis dan lima nonteknis, juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kondisi gerakan tanah sebagai bagian dari upaya mitigasi.
Wilayah terdampak diketahui merupakan daerah perbukitan dengan kepadatan permukiman serta aktivitas pemanfaatan lahan yang cukup tinggi.
Badan Geologi mengimbau warga yang tinggal di sekitar lereng curam untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat dan setelah hujan deras, mengingat potensi gerakan tanah susulan masih tinggi,” kata Lana.





