“Sudah mulai kerjasama. Per awal Januari kemarin kapasitasnya dari awalnya 50 ton per hari menjadi 100 ton per hari,” ujarnya.
Sampah yang dikirim ke Bekasi masih dalam kondisi tercampur dan belum dipilah. Kondisi ini justru sesuai dengan kebutuhan pengelola RDF di lokasi tersebut, yang memerlukan kandungan organik sebagai bagian dari bahan baku produksi.
“Sementara masih tercampur. Karena mereka membutuhkan sampah organik, karena organik sebagai mix produk untuk RDF mereka,” kata Salman.
Pemkot Bandung juga membuka peluang penambahan kuota pengiriman sampah ke Bekasi apabila terjadi penumpukan yang tidak tertangani oleh fasilitas pengolahan di dalam kota.





