JABARNEWS | BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan tekad menjadikan Kota Bandung sebagai pusat pengembangan literasi nasional, dengan menempatkan buku bukan sekadar sebagai sumber pengetahuan, melainkan instrumen sosial yang mampu menjawab persoalan psikologis dan budaya masyarakat perkotaan.
Komitmen tersebut disampaikan Farhan saat menghadiri forum diskusi BFC Talks di Perpustakaan Ajip Rosidi, Kamis (23/1/2026) malam. Ia menilai Bandung memiliki keunggulan struktural yang jarang dimiliki kota lain, yakni ekosistem pendidikan tinggi yang kuat dan diakui secara nasional.
“Bandung punya modal yang sudah jadi. Banyak perguruan tinggi terbaik ada di sini. Tantangannya bukan membangun dari nol, tapi memastikan ekosistem ini tidak terbuang percuma,” ujar Farhan.
Menurutnya, diskursus literasi harus bergeser dari pendekatan akademik semata ke peran nyata dalam kehidupan sosial. Buku, kata Farhan, memiliki fungsi yang lebih luas, termasuk sebagai medium pemulihan psikologis dan penguatan ketahanan mental masyarakat.
Ia mencontohkan praktik pembacaan buku dan cerita sebagai metode penyembuhan trauma yang selama ini lazim diterapkan di wilayah bencana, namun dinilai relevan pula bagi masyarakat kota dengan tingkat stres tinggi seperti Bandung.





