Menurut Andi, banjir dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang membuat kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air.
Luapan air kemudian mengalir ke kawasan permukiman dan menggenangi sejumlah akses jalan utama di dalam kota. Ia menjelaskan, karakter banjir di Kota Cirebon cenderung cepat surut.
Berdasarkan pengalaman beberapa kejadian sebelumnya, genangan air umumnya hanya bertahan dalam waktu singkat.
“Durasi (genangan air) di dua kejadian terakhir itu sekitar dua sampai tiga jam, maksimal tiga jam,” katanya.
Data BPBD mencatat, sejumlah wilayah terdampak banjir setelah hujan deras mengguyur kota tersebut. Lokasi terdampak antara lain Kelurahan Harjamukti, Larangan, Kalijaga, Kecapi, dan Sunyaragi.





