Ia menilai pembangunan rumah tapak di kawasan tersebut semakin berisiko, terutama di tengah meningkatnya intensitas hujan.
Menurut dia, hunian vertikal menjadi opsi yang lebih rasional untuk menekan dampak banjir sekaligus mengatur ruang kota secara lebih berkelanjutan.
“Perumahan di area padat penduduk, seperti Bekasi, Depok, wilayah Bandung Raya, Bogor, dan wilayah lainnya yang dikategorikan padat penduduk, maka tidak ada pilihan lain selain rumah vertikal, apartemen karena itu satu-satunya jalan untuk membebaskan masyarakat dari hantu banjir yang datang dalam setiap waktu,” tegasnya. (det)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





