Ia mencermati adanya celah terbuka di area publik yang memungkinkan interaksi bebas tanpa pengawasan ketat. Zaini bahkan curiga pelaku penculikan merupakan bagian dari sindikat yang sudah berpengalaman mengincar anak-anak.
“Atau jangan-jangan pelaku ini bagian dari sindikat yang memang sudah terbiasa melakukan hal-hal seperti ini yang menyangkut anak,” ucapnya.
Disiplin menjalankan SOP, menurut Zaini, menjadi kunci utama agar peristiwa bayi nyaris tertukar tidak terulang.
Ia menegaskan jika seluruh perangkat rumah sakit, mulai dari dokter hingga perawat, menaati prosedur secara ketat, insiden semacam ini mustahil terjadi.
Zaini juga meluruskan persepsi publik mengenai status pengelolaan rumah sakit tersebut. Ia menekankan bahwa RSHS merupakan aset pemerintah pusat di bawah kendali langsung Kemenkes, bukan milik Pemprov Jabar.





