Selain ASN pemkab, Baznas Cianjur juga memperkuat penghimpunan dari ASN Kantor Kementerian Agama Cianjur, serta zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari sektor perusahaan yang tersebar di wilayah Cianjur. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan unit pengumpul zakat (UPZ) di tingkat kecamatan.
Baznas Cianjur optimistis target penghimpunan dana 2026 dapat tercapai melalui sinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta dukungan berbagai pihak. Koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci untuk menjaga konsistensi dan peningkatan penghimpunan dana zakat.
Tata menjelaskan, sepanjang 2025 pihaknya telah memisahkan pencatatan penghimpunan antara zakat fitrah dan non-zakat fitrah. Berdasarkan data tersebut, penghimpunan zakat fitrah mencapai Rp16,2 miliar, sementara non-zakat fitrah tercatat sebesar Rp14,3 miliar.
Secara keseluruhan, total penghimpunan Baznas Cianjur pada 2025 mencapai Rp32,6 miliar. Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 5,3 persen secara bruto berdasarkan hasil analisis tim satuan audit internal.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan berbagai dinas dan instansi agar target penghimpunan dana dapat tercapai sesuai rencana hingga akhir tahun,” pungkasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





