JABARNEWS | BANDUNG – Dana beasiswa operasional dan personal Pancawaluya bagi pelajar miskin di sekolah swasta menjadi perhatian serius Komisi V DPRD Jawa Barat setelah diketahui belum tercantum dalam APBD Murni 2026. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak langsung pada keberlangsungan pendidikan siswa kurang mampu yang mengandalkan bantuan tersebut.
Sejauh ini, anggaran beasiswa tersebut baru tercatat dalam APBD Perubahan 2026, sementara pada APBD Murni belum terlihat alokasinya.
Menanggapi sorotan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa penyaluran beasiswa Pancawaluya untuk tahun ajaran 2026/2027 masih menunggu proses pemutakhiran data penerima.
“Mulai belajar kan Juni. Hari ini kami belum bisa mendapatkan data terbaru pelajar kelas 11 yang tidak mampu di sekolah swasta tahun ajaran 2026/2027,” ujar Dedi, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, belum munculnya pagu anggaran dalam APBD Murni 2026 berkaitan dengan belum terinputnya calon penerima beasiswa di sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).





