Selain hujan, BMKG turut mengingatkan potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 19 Maret 2026 akibat fenomena bulan baru, serta pada 22 Maret 2026 karena fenomena perigee, yakni kondisi ketika jarak bulan berada paling dekat dengan bumi.
BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan meningkatkan mitigasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, hingga pohon tumbang. Instansi terkait juga diminta memperhatikan ruas jalan rawan banjir dan longsor serta memangkas pohon tua yang berpotensi tumbang.
“Kepada instansi terkait agar memperhatikan ruas jalan yang rawan banjir dan longsor, memangkas pohon tua yang berpotensi tumbang serta menurunkan reklame yang berpotensi roboh apabila terkena angin kencang,” ujar Teguh.
Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Hadi Wijaya mengingatkan bahwa musim hujan yang masih berlangsung saat Idulfitri berpotensi memicu gerakan tanah di sejumlah wilayah.
Ia menyebut terdapat lima daerah di Jawa Barat yang rawan longsor, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut.





