Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiapkan armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak. Persiapan ini dilakukan lebih dini guna menghindari krisis air yang berlarut.
Selain itu, BPBD juga mengacu pada prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang memprediksi musim kemarau tahun ini berlangsung cukup panjang, termasuk di wilayah Garut.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, BPBD akan melakukan koordinasi lanjutan dengan BMKG serta instansi terkait setelah berakhirnya status siaga darurat bencana hidrometeorologi pada akhir April 2026.
“Kita nanti akan konsolidasikan di akhir status hidrometeorologi,” tandasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





