Daerah

Braga Jadi Barometer Kesenian di Kota Bandung, Begini Kisahnya

×

Braga Jadi Barometer Kesenian di Kota Bandung, Begini Kisahnya

Sebarkan artikel ini
Braga Jadi Barometer Kesenian di Kota Bandung. (Foto: Istimewa).
Braga Jadi Barometer Kesenian di Kota Bandung. (Foto: Istimewa).

Selain itu, ia mengatakan, Abah Ropih ingin menjadikan Braga sebagai tempat pembelajaran seni.

“Keinginan Abah Ropih, Jalan Braga bisa menjadi perguruan seni secara tidak langsung, seperti ‘universitas terbuka’. Semua orang bisa belajar di sana dengan para senior. Siapa pun boleh belajar dan berjualan,” ungkapnya.

Baca Juga:  10 Daerah Terbaik dan Terburuk Soal Realisasi APBD 2025, Jabar Masuk Daftar Ini

Bagi Rahmat, Abah Ropih merupakan salah satu tokoh seniman yang multitalent. Abah tak hanya fokus pada seni rupa, tapi juga mengeksplorasi seni lainnya, seperti musik, tradisional, sehingga bisa merangkul semua seniman di Kota Bandung.

Baca Juga:  Soal Izin Perumahan Dihentikan Sementara, Dedi Mulyadi: Bandung Bisa Tenggelam!

Selain sebagai pelukis, Abah Ropih juga penggagas ruang kreatif di Jalan Braga.

“Dulu, tidak begitu banyak cafe di Braga, paling adanya toko buku. Apalagi kalau ke arah Braga Selatan, itu justru banyak toko yang tutup. Sekarang mulai banyak cafe di daerah sana sejak mulai ramainya lukisan yang berjualan di sekitarnya,” ucap Rahmat.

Baca Juga:  Ridwan Kamil: Pengelolaan Energi Terbarukan Harus Berprinsip Keadilan
Pages ( 2 of 4 ): 1 2 34

Tinggalkan Balasan