“Keterhubungan ketiga komponen tersebut akan sangat menentukan apakah sepak bola Jawa Barat mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan,” jelasnya.
Soal manajemen tim dan kepelatihan, Buky justru memberi keleluasaan penuh kepada para pengurus berpengalaman.
“Sulit mencari orang baru kalau tidak benar-benar gila bola. Mereka yang sudah puluhan tahun harus diapresiasi,” tegasnya.
Rencana Konkret: Liga Desa hingga Pesantren
Buky telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat untuk membangun sepak bola dari akar rumput. Rencananya, akan ada Liga Desa, Liga Pesantren, dan Liga Pelajar untuk usia muda hingga dewasa.
Ia mengatakan pemerintah berkomitmen membangun sepak bola dari bawah, mulai dari penyediaan lapangan layak hingga pengembangan kompetisi usia dini.
“Ke depan bisa dikembangkan Liga Desa, Liga Pesantren, Liga Pelajar, dari usia belasan sampai dewasa,” tuturnya.





