Salah satu kritik tajam Buky adalah minimnya alokasi anggaran olahraga dalam APBD Jawa Barat yang hanya 1,1 persen.
Menurutnya, hal tersebut perlu dievaluasi secara serius agar pembinaan sepak bola dapat berjalan optimal.
“Padahal secara komunal kita sudah sangat kuat, tinggal diperkuat dari sisi pemerintah dan swasta,” ujarnya.
Politisi di Olahraga: Wajar atau Kontroversial?
Merespons pandangan negatif soal politisi masuk dunia olahraga, Buky melihat hal itu sebagai fenomena lumrah di berbagai daerah.
Baginya, yang terpenting adalah komitmen dan integritas yang menjadi kunci utama dalam memimpin sebuah organisasi olahraga.
“Bagaimana semua potensi ini disatukan untuk kemajuan sepak bola Jawa Barat. Itu yang ingin saya tawarkan jika dipercaya memimpin PSSI Jabar,” pungkasnya.(red)





