Wahyu menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) akan melakukan evaluasi dan penanganan khusus terhadap pelajar yang terlibat, baik sebagai korban maupun pelaku, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menurutnya, penanganan difokuskan pada wilayah-wilayah yang selama ini kerap menjadi lokasi konflik antarpelajar. Pendekatan dilakukan secara berkala dengan melibatkan pihak sekolah, orang tua, serta masyarakat sekitar.
“Kami menginstruksikan seluruh kepala sekolah di semua jenjang untuk melakukan deteksi dini dan langkah pencegahan, dengan melibatkan orang tua agar pengawasan terhadap anak lebih maksimal,” katanya.
Sementara itu, Kepolisian Resor Cianjur telah mengamankan sepuluh pelajar tingkat SMP dan SMA yang terlibat duel di Kecamatan Sindangbarang. Aksi tersebut sempat terekam video dan beredar luas di media sosial.
Kapolsek Sindangbarang AKP Dadang Rustandi mengatakan, pihaknya bergerak setelah mengidentifikasi para pelajar yang terlibat dalam video tersebut.





