“Kalau eceng gondok ini dibiarkan, banjir di Indramayu bisa semakin parah,” katanya.
Ia menjelaskan saluran irigasi tersebut menampung limpasan air dari kawasan permukiman. Namun, pendangkalan yang terjadi membuat kapasitas tampung air berkurang drastis, sehingga mudah meluap saat curah hujan tinggi.
Untuk mengembalikan fungsi drainase, Pemkab Indramayu mulai melakukan pengerukan saluran hingga kedalaman sekitar 2,5 meter. Penanganan dilakukan secara bertahap berdasarkan skala prioritas wilayah rawan banjir.
“Kami ingin sistem drainase kota benar-benar berfungsi maksimal,” ujar Lucky.
Selain sedimentasi, Lucky juga menyoroti keberadaan bangunan liar yang berdiri di atas saluran irigasi dan mempersempit jalur aliran air.





