“Yang kedua, kalau orang tersebut misalkan kinerjanya sudah tidak bagus, kenapa juga dipertahankan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penataan birokrasi kini berbasis manajemen talenta untuk memastikan pejabat yang menduduki jabatan strategis memiliki kompetensi dan rekam jejak yang terukur.
“Sekarang konsepnya mempermudah menyiapkan calon pimpinan birokrat yang punya kualifikasi dan mumpuni. Mekanismenya melalui manajemen talenta,” kata Eman.
Dalam sistem ini, aparatur dinilai dari berbagai aspek, termasuk keterampilan, sikap sosial, kinerja, pendidikan, dan sertifikasi. Penilaian dilakukan secara kolektif, tidak hanya oleh atasan.
“Nanti yang menilai bukan hanya atasan, tapi juga dari teman-temannya. Layak atau tidak itu dilihat secara menyeluruh, termasuk pendidikan dan sertifikat yang dimiliki,” ucapnya.





