JABARNEWS | CIANJUR – Intensitas cuaca ekstrem sepanjang awal 2026 memicu puluhan bencana alam di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 41 kejadian bencana terjadi selama periode Januari hingga Maret.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengungkapkan rangkaian bencana tersebut berdampak pada kerusakan lebih dari 100 unit rumah warga yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Ia menjelaskan, kejadian terbanyak terjadi pada Januari, didominasi longsor, banjir, pergerakan tanah, angin kencang, hingga pohon tumbang. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, puluhan warga sempat mengungsi.
“Petugas bersama relawan membantu warga melakukan penanganan cepat, sehingga warga mengungsi hanya sementara hingga perbaikan rumah tuntas dilakukan, kecuali yang rumahnya rusak berat, mengungsi ke rumah saudaranya,” kata Asep.
Menurutnya, sekitar 32 kepala keluarga sempat mengungsi saat bencana terjadi. Namun, sebagian besar sudah kembali ke rumah setelah penanganan darurat dilakukan di lokasi terdampak.





