Daerah

Cirebon Siaga Banjir Jelang Libur Nataru, Waled Jadi Sorotan

×

Cirebon Siaga Banjir Jelang Libur Nataru, Waled Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi banjir (1)
Ilustrasi banjir. (foto: istimewa)

Selain banjir, sejumlah kecamatan juga masuk kategori rawan bencana lain. Dukupuntang, Greged, Beber, Sedong, dan Susukan Lebak berpotensi mengalami tanah longsor dan puting beliung saat curah hujan tinggi.

Data BPBD hingga akhir November 2025 mengungkap dampak banjir cukup signifikan. Lebih dari 8.000 rumah terendam, empat rumah rusak berat, seratus rumah mengalami kerusakan ringan, serta 65 tempat ibadah turut terdampak. Sedikitnya 20.000 kepala keluarga atau sekitar 50.000 jiwa terkena dampak langsung.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Lobi Dirut KAI, Upayakan Petani dan Pedagang Jabar Punya Kereta Sendiri

Menurut Syamsul, banjir menjadi bencana paling merugikan warga karena secara rutin terjadi setiap tahun dan memukul banyak sektor. Sedimentasi di Sungai Ciberes dan tingginya arus kiriman dari Kuningan disebut sebagai faktor utamanya.

Baca Juga:  Warga Ngeluh Bansos Banyak Tak Tepat Sasaran, Ini Solusi dari Dedi Mulyadi

Pemerintah daerah bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) kini mendorong solusi jangka panjang. Normalisasi Sungai Cisanggarung sudah dilakukan, tetapi belum cukup menyelesaikan masalah.

Baca Juga:  Banjir di Tebing Tinggi Rendam Puluhan Rumah, Air Berasal dari Luapan Sungai Padang
Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3