JABARNEWS | GARUT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut menyebut ambruknya atap bangunan SMK Negeri 11 Garut di Kecamatan Cisewu dipicu oleh cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, ditambah kondisi bangunan yang sudah tua dan mengalami penurunan kualitas.
Kepala Pelaksana BPBD Garut, Aah Anwar Saefuloh, mengatakan hasil asesmen sementara menunjukkan intensitas hujan tinggi menjadi faktor utama yang memperberat beban material atap hingga akhirnya runtuh.
“Hasil asesmen sementara, kejadian ambruknya atap ruang kelas diduga dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi disertai kondisi fisik bangunan yang telah mengalami penurunan kualitas akibat usia,” ujar Aah dalam keterangan yang diterima, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, wilayah Garut dalam beberapa hari terakhir memang diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi yang berpotensi memicu berbagai bencana, mulai dari longsor hingga kerusakan bangunan.
Peristiwa ambruknya atap sekolah terjadi di Kampung Cisaninten, Desa Cisewu, Kecamatan Cisewu, pada Kamis (29/1/2026). Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.





