Berdasarkan hasil asesmen, sebanyak 112 rumah warga mengalami rusak ringan, satu unit rumah rusak sedang, dan satu unit lainnya rusak berat.
Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum. BPBD mencatat terdapat 14 bangunan fasilitas publik yang terdampak, mulai dari bangunan sekolah, sarana ibadah, hingga tempat usaha.
“Lokasi terdampak di tujuh kecamatan dan 23 desa,” ujarnya.
Ani menjelaskan kerusakan rumah warga sebagian besar disebabkan oleh pohon tumbang yang menimpa bangunan, hembusan angin kencang, serta dampak hujan deras.
Tim BPBD bersama instansi terkait telah melakukan penanganan awal dengan membersihkan pohon tumbang yang menimpa rumah warga. Namun untuk perbaikan rumah yang rusak, hingga kini belum dilakukan.





