“Masyarakat diimbau menghindari aktivitas di lokasi rawan bencana serta menunda kegiatan di luar ruangan apabila kondisi cuaca dinilai membahayakan,” ujarnya.
Ikin mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 tercatat 234 kejadian bencana di Kabupaten Cirebon. Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 243 kejadian, namun jenis bencana masih didominasi oleh faktor hidrometeorologi.
“Kejadian bencana pada 2025 masih didominasi banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor,” katanya.
Ia menilai data tersebut menunjukkan ancaman bencana belum menurun secara signifikan, sehingga kewaspadaan masyarakat tetap menjadi faktor utama dalam upaya pengurangan risiko.
Dalam kondisi darurat, BPBD meminta masyarakat segera melapor melalui layanan call center 112 agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.





