Dedi menyebut kebutuhan tenaga lapangan, terutama untuk pengelolaan irigasi, semakin mendesak di tengah kondisi alam Jawa Barat yang relatif stabil tanpa kemarau panjang dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menilai kemampuan teknis tidak selalu sejalan dengan tingkat pendidikan formal. Dedi bahkan menyoroti praktik lama di mana pekerja lapangan dengan latar belakang pendidikan dasar mampu menjalankan tugas secara efektif.
Sebaliknya, ia mengkritik kecenderungan rekrutmen yang lebih menitikberatkan pada lulusan SMA hingga perguruan tinggi, tetapi minim keterlibatan langsung di lapangan.
Ia menilai pemerintah terlalu terjebak pada hierarki pendidikan dan melupakan kebutuhan praktis.
Untuk itu, Dedi mengusulkan pembentukan divisi khusus yang fokus pada kebersihan dan infrastruktur tanpa persyaratan ijazah formal.





