Menutup materinya, Dedi menekankan pentingnya membangun kepemimpinan yang berlandaskan empat pilar utama, yakni ideologis, historis, filosofis, dan teknokratis. Ia menilai keempat aspek tersebut harus berjalan seimbang untuk menjawab tantangan masa depan.
“Kepemimpinan masa depan harus mampu memadukan ideologi, sejarah, filosofi, dan teknologi. Tanpa itu, kita hanya akan menjadi bangsa yang kuat di permukaan, tapi rapuh di dalam,” pungkasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





