Meski begitu, Dedi berpandangan bahwa porsi tersebut masih dapat ditekan agar lebih banyak anggaran dialokasikan bagi kepentingan publik.
Ia menargetkan, ke depan belanja aparatur bisa ditekan hingga 25 persen, bahkan jika memungkinkan mencapai 20 persen dari total anggaran.
Namun, upaya tersebut diakui tidak mudah. Besarnya jumlah aparatur sipil negara, termasuk tenaga pendidik di Jawa Barat, menjadi tantangan utama dalam menurunkan belanja pegawai. (trn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





