Menurutnya, aparat harus menerima kritik ketika ada orang yang mengunggah pembangunan yang dirasa belum berkeadilan dengan lapang dada.
“Dalam dunia yang semakin terbuka, kita nih aparat, kalau ada warga yang menceritakan tentang jeleknya pembangunan harus kita menerima dengan lapang dada. Selanjutnya kita berusaha untuk melakukan perubahan dan perbaikan,” ujar Gubernur Jabar.
Ia menegaskan bahwa era saat ini bukan lagi musim untuk anti kritik dan mencaci-maki orang yang menyampaikan kritik. Bahkan pemimpin harus tahan terhadap caci-maki sebagai konsekuensi dari jabatan yang diemban.
“Sudah bukan musimnya lagi kita anti kritik dan kita mencaci-maki orang yang mengkritik kita. Bahkan kita harus tahan terhadap caci-maki, karena bisa jadi kita ini jadi pemimpin salah satu hal yang harus kita alami adalah dicaci maki,” tegasnya.
Dedi Mulyadi juga meminta seluruh jajaran masyarakat dan kepala desa di lokasi kejadian untuk melakukan rekonsiliasi serta perbaikan pembangunan. Ia berharap peristiwa intimidasi serupa tidak terulang lagi di wilayah Jawa Barat.





