Kasus bermula dari viralnya video di media sosial yang menampilkan Holis diinterogasi dengan nada tinggi oleh empat orang yang disebut-sebut merupakan keluarga Kepala Desa Panggalih.
Video yang diunggah akun Facebook Holis Muchlisin memperlihatkan suasana tegang dengan dua laki-laki dan dua perempuan menginterogasi Holis secara keras.
Holis menjelaskan bahwa intimidasi tersebut terkait aktivitasnya mengkritik kebijakan dan memposting kondisi jalan rusak di desa.
“Akibat saya mengkritik kebijakan dan memposting jalan rusak di desa panggalih,” tulis Holis dalam keterangan unggahannya.
Peristiwa ini terjadi di rumah Kepala Desa Panggalih yang berlokasi di Kampung Pasircamat, Desa Pamalayan, Kecamatan Cisewu. Video tersebut cepat menyebar dan menuai beragam respons dari warganet yang mayoritas menyayangkan dugaan intimidasi tersebut.





