Daerah

Dedi Mulyadi Kritik Budaya Proposal Lebaran: Jangan Ukur Pemimpin dari Bagi Sarung!

×

Dedi Mulyadi Kritik Budaya Proposal Lebaran: Jangan Ukur Pemimpin dari Bagi Sarung!

Sebarkan artikel ini
Dedi Mulyadi jemput warga Jabar korban TPPO di NTT.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (Foto: Net)

JABARNEWS | TASIKMALAYA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti budaya “proposal Lebaran” yang masih terjadi di tengah masyarakat. Ia menilai tradisi tersebut perlu diubah agar keberhasilan pemimpin tidak lagi diukur dari pemberian pribadi, melainkan dari kualitas pelayanan publik.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Targetkan Merger 41 BUMD Jadi Dua Holding pada 2026

Hal itu disampaikan Dedi saat menghadiri kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) bertajuk “Neuleuman Poekna Peuting” di Lapangan Desa Tanjungpura, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (25/2/2026), malam.

Dalam sambutannya, Dedi menyoroti fenomena meningkatnya permintaan bantuan menjelang hari raya, termasuk proposal yang diajukan kepada kepala daerah.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi: Tol Cigatas Bisa Jadi Solusi Kemacetan Menuju Garut

“Menjelang Lebaran, saat kantor-kantor mulai tutup, Bupati justru sering dikejar-kejar tim sukses yang membawa proposal. Ada yang mengeluh, bahkan marah hanya karena merasa tidak diberi sarung atau tidak diingat,” kata Dedi di hadapan ribuan warga.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Targetkan Satu Kecamatan Satu Lapangan Nasional

Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan adanya kontradiksi dalam ekspektasi masyarakat terhadap pemerintahan. Di satu sisi, masyarakat menginginkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, namun di sisi lain masih ada harapan agar pejabat memberikan uang atau barang secara personal.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2