JABARNEWS | BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons kritik yang disampaikan komika Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan komedi spesial Mens Rea. Kritik tersebut menyoroti kecenderungan masyarakat Jawa Barat dalam memilih pemimpin yang populer di mata publik.
Tanggapan Dedi Mulyadi disampaikan melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71. Dalam video tersebut, Dedi mengaku sebagai penggemar Pandji dan mengapresiasi kritik yang disampaikan melalui medium komedi.
“Saya yang dianggap gubernur YouTuber, saya tidak boleh memuji diri saya sendiri baik atau tidak dalam memimpin. Begini saja, Pandji datang ke Jawa Barat, keliling, lewati jalan-jalan provinsi, kemudian ke berbagai daerah di wilayah Jawa Barat. Kita lihat bersama, saya ini gubernur konten atau gubernur kenyataan,” ujar Dedi, dikutip Senin (5/1/2026).
Dedi menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi. Ia juga mendorong keterbukaan ruang diskusi publik, termasuk kritik yang disampaikan dengan cara satir dan jenaka.
“Teruslah berkarya dan melakukan otokritik secara terbuka. Ini negara demokrasi, setiap orang berhak menyampaikan pernyataan, pikiran, dan gagasan, termasuk koreksi secara terbuka, apalagi jika dikemas secara jenaka,” tambahnya.





