“Kalau melihat kinerja sebelumnya, target ini sebetulnya realistis. Pada 2023, laba bank bjb pernah mencapai Rp1,8 triliun, meskipun kemudian mengalami penurunan,” katanya.
Darwisman menilai masih terdapat ruang signifikan untuk perbaikan kinerja, terutama melalui efisiensi operasional dan peningkatan kualitas penyaluran kredit. Ia menyebut, jika pertumbuhan kredit mampu mencapai 12 persen disertai efisiensi hingga Rp1,4 triliun, laba bank bjb secara teoritis bisa menembus Rp2,58 triliun.
Sementara itu, Plt Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna menyampaikan bahwa hingga 31 Desember 2025, bank bjb mencatat laba bersih sebesar Rp1,09 triliun dengan total aset mencapai Rp181 triliun.
“Bank bjb terus berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Barat dan program pembangunan daerah dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Ayi.
Dalam arahannya, Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya integritas dan ketajaman analisis bisnis bagi jajaran direksi dan komisaris bank bjb. Ia mengingatkan agar keputusan kredit tidak mudah dipengaruhi tekanan eksternal dan benar-benar berbasis kelayakan usaha.





