JABARNEWS | BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah cepat untuk menangani kondisi satwa di Kebun Binatang Bandung yang dinilai semakin memprihatinkan.
Keputusan Dedi Mulyadi itu diambil setelah ia bertemu dengan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono.
Dalam pernyataan resminya, Dedi menyoroti kematian anak harimau yang baru terjadi. Ia mengakui adanya kelalaian dalam pengelolaan satwa di kebun binatang tersebut.
Menurut Dedi, polemik soal kewenangan pengelolaan tidak boleh berujung pada terabaikannya keselamatan hewan.
Ia pun langsung menginstruksikan Sekretaris Daerah untuk mengerahkan tim dokter hewan guna memeriksa kondisi seluruh satwa sekaligus mendata kebutuhan pakan secara rinci.
Pemprov Jawa Barat juga memastikan pasokan makanan akan segera dikirim mulai Selasa (31/3/2026). Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya kasus satwa yang kekurangan pakan.
Tak hanya fokus pada satwa, Dedi turut menyinggung kesejahteraan para pegawai. Ia mengajak DPRD Jawa Barat untuk bekerja sama mencari solusi tanpa terjebak kepentingan masing-masing.
Dedi menilai, konflik dan perebutan kewenangan justru memperburuk keadaan. Ia menekankan pentingnya menahan ego demi kepentingan yang lebih besar, yakni keselamatan satwa.
Langkah cepat ini diharapkan menjadi awal pembenahan manajemen Bandung Zoo, sekaligus memastikan standar perawatan satwa dijalankan secara ketat agar kejadian serupa tidak terulang. (det)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





