JABARNEWS | CIANJUR – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat dentuman keras disertai kilatan cahaya kemerahan yang terjadi di wilayah utara Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga berkaitan dengan fenomena atmosfer dan geofisika, meski pemicu pastinya belum dapat dipastikan.
Penyelidik Bumi Utama PVMBG, Supartoyo, mengatakan dentuman dan cahaya yang dirasakan warga di sejumlah kecamatan seperti Pacet, Cipanas, dan Sukaresmi, diduga dipicu oleh fenomena energi elektromagnetik.
“Kami masih mendalami penyebab terjadinya fenomena tersebut, termasuk pemicunya. Sampai saat ini tidak terdeteksi adanya aktivitas kegempaan yang biasanya menjadi pemicu fenomena alam semacam ini,” ujar Supartoyo dalam keterangan yang diterima, Rabu (7/1/2025).
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki dugaan berbeda. Kepala BMKG Jawa Barat, Teguh Rahayu, menyebut suara dentuman dan kilatan cahaya tersebut diduga berasal dari aktivitas manusia.
“Berdasarkan data BMKG Bandung, saat kejadian tidak terdeteksi adanya aktivitas kegempaan maupun petir di wilayah Cianjur. Karena itu, kami menduga fenomena tersebut bukan berasal dari proses alam, melainkan aktivitas buatan manusia,” kata Teguh.





