“Hari ini saya kecewa. Bukan apa- apa, saya tiba- tiba mendapat informasi, kata ajudan wali saya bisa hadir di acara lain. Padahal saya sendiri sedang berkegiatan, sesuai yang telah dijadwalkan. Jadi ga mungkinlah, badan saya ini satu,” ujar Diky dikutip dari RRI, Jum’at (13/2/2026).
Kejadian semrawutnya birokrasi Tasikmalaya ini rupanya bukan kali pertama terjadi.
Diky menegaskan bahwa pola kerja yang tidak teratur ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus dan harus segera dibenahi.
Ia khawatir ketidakjelasan koordinasi ini akan memberikan kesan buruk di mata warga.
Sebab, masyarakat biasanya menganggap ketidakhadiran Wali Kota akan otomatis digantikan oleh wakilnya.





