Daerah

DLH Jawa Barat Tegaskan Patuh Larangan Insinerator, Kaji Teknologi Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan

×

DLH Jawa Barat Tegaskan Patuh Larangan Insinerator, Kaji Teknologi Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
ESDM Jabar
Kepala DLH Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih. (Foto: Rian/JabarNews).

JABARNEWS | BANDUNG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat menegaskan kesiapannya menindaklanjuti arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq terkait larangan penggunaan insinerator dalam pengolahan sampah. DLH memastikan akan mengkaji berbagai opsi teknologi alternatif yang dinilai lebih ramah lingkungan.

Kepala DLH Jawa Barat Ai Saadiyah Dwidaningsih menyatakan pihaknya patuh terhadap kebijakan pemerintah pusat mengenai penghentian operasional insinerator. Selain itu, DLH juga akan memberikan pembinaan kepada daerah-daerah di Jawa Barat yang selama ini masih menggunakan teknologi tersebut, seperti Kota Bandung dan wilayah lainnya.

Baca Juga:  Bank Bjb Dianugrahi Indonesia's Most Popular Digital Financial Brands Award 2022

“DLH Jawa Barat tentu patuh dan mengikuti arahan pemerintah terkait larangan operasional insinerator. Ini perlu kami pertegas untuk meluruskan narasi yang berkembang di media bahwa Jawa Barat masih menggunakan insinerator karena belum ada larangan resmi,” ujar Ai dalam rilis yang diterima Harapan Rakyat Online, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga:  21 TPA di Jabar Disanksi Kementerian Lingkungan Hidup, Ini Daftarnya

Menurut Ai, fokus DLH saat ini diarahkan pada optimalisasi pengurangan sampah dari sumbernya serta penguatan edukasi kepada masyarakat. Penanganan persoalan sampah, kata dia, harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Baca Juga:  DPRD Kota Bandung Dorong Pendampingan Pasca-Pelatihan: Bangun Komunitas Keterampilan untuk Kemandirian Ekonomi Warga

Seiring dengan arahan Menteri LHK, DLH Jawa Barat kini tengah menyiapkan kajian mendalam terkait teknologi pengolahan sampah alternatif yang lebih efisien dan aman bagi lingkungan. Kajian tersebut dilakukan untuk memastikan penerapan teknologi yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan wilayah Jawa Barat.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2