Daerah

Pimpinan DPRD Bandung Edwin Senjaya Dorong Optimalisasi Peran MUI Bandung Kidul

×

Pimpinan DPRD Bandung Edwin Senjaya Dorong Optimalisasi Peran MUI Bandung Kidul

Sebarkan artikel ini
Pimpinan DPRD Bandung Edwin Senjaya Dorong Optimalisasi Peran MUI Bandung Kidul
Pimpinan DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, saat memberikan arahan mengenai pentingnya sinergi ulama dan pemerintah di Masjid Baitul Ma'mur.

JABARNEWS | BANDUNG – Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H. Edwin Senjaya, mendorong optimalisasi peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bandung Kidul sebagai mitra strategis pemerintah dalam membentengi nilai-nilai agama dan etika di tengah masyarakat.

Dalam silaturahmi yang digelar di Masjid Baitul Ma’mur pada Jumat (6/3), sosok yang akrab disapa Kang Edwin ini menegaskan bahwa penguatan fungsi kelembagaan MUI di tingkat kecamatan merupakan kunci utama dalam menjaga kondusivitas sosial sekaligus mempercepat pembangunan umat yang religius.

Peran Strategis di Garis Depan Masyarakat

Sebagai lembaga keulamaan, MUI tingkat kecamatan memiliki posisi yang sangat krusial. Kang Edwin menilai pengurus di level ini bersentuhan langsung dengan denyut nadi kehidupan warga. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar.

“MUI di tingkat kecamatan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat. Karena itu, penguatan peran kelembagaan serta sinergi dengan berbagai pihak perlu terus ditingkatkan,” ujar Edwin di hadapan jajaran pengurus.

Baca Juga:  Raperda RPPLH: Kompas Menuju Kota Bandung Lestari atau Sekedar Angin Segar Semata?

Menjadi Solusi Masalah Sosial

Lebih jauh lagi, peran MUI tidak boleh terjebak hanya pada urusan ritual keagamaan semata. Edwin menekankan pentingnya keterlibatan ulama dalam membedah dan menyelesaikan berbagai dinamika sosial yang kian kompleks. Bagaimana caranya? Yakni dengan hadir sebagai pemberi solusi atas konflik atau keresahan yang muncul di lingkungan warga.

Menurutnya, optimalisasi peran ini akan berdampak luas. MUI diharapkan mampu berkontribusi aktif dalam menyelesaikan persoalan sosial yang terjadi di wilayah Bandung Kidul. Dengan keterlibatan ulama, pendekatan yang dilakukan akan jauh lebih humanis dan menyentuh sisi spiritual masyarakat.

Baca Juga:  Bambang Tirtoyuliono Sampaikan Penjelasan Raperda Tentang RPJPD Kota Bandung Tahun 2025-2045

Kolaborasi Demi Harmoni Bandung Kidul

Keberhasilan program pembinaan umat tidak bisa dicapai secara mandiri. Edwin menggarisbawahi bahwa kunci utamanya terletak pada kolaborasi yang solid. Sinergi antara MUI, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat harus diperkuat untuk membangun lingkungan yang harmonis.

Kerja sama ini bertujuan untuk mewujudkan visi pembangunan Kota Bandung yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga religius dan berkeadilan. “Kami berharap MUI dapat terus menjadi pengayom umat, memberikan pencerahan keagamaan yang menyejukkan, serta turut berperan dalam menjaga persatuan,” tambah politisi senior tersebut.

Dukungan Nyata Melalui Fasilitas Kelembagaan

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan konkret terhadap kinerja para ulama, Kang Edwin juga menyerahkan bantuan seragam secara simbolis kepada jajaran pengurus. Kehadiran seragam ini diharapkan mampu meningkatkan rasa kesatuan dan identitas lembaga saat menjalankan tugas di lapangan.

Baca Juga:  PLN UIP JBT dan Polda Jabar Perkuat Sinergi Dukung Proyek Strategis Ketenagalistrikan

Penyerahan bantuan tersebut disaksikan langsung oleh Ketua MUI Kecamatan Bandung Kidul, Ust. H. Iyan Sopyan, dan Ketua DKM Baitul Ma’mur, Ust. Ihan Roihan. Momentum ini sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antara legislatif dan tokoh agama untuk mengawal kondusivitas Kota Bandung di masa depan.

Infografis: 5 Pilar Optimalisasi MUI Bandung Kidul

  • Pilar 1: Bimbingan Keagamaan – Menjadi sumber rujukan utama ajaran agama yang menyejukkan.
  • Pilar 2: Solusi Sosial – Aktif membantu pemerintah daerah menyelesaikan masalah kemasyarakatan.
  • Pilar 3: Sinergi Kelembagaan – Membangun kolaborasi lintas sektoral (Pemerintah, DKM, dan Warga).
  • Pilar 4: Pengayom Umat – Menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah keberagaman.
  • Pilar 5: Identitas Organisasi – Penguatan sarana prasarana untuk menunjang performa di lapangan. ( Red)