Daerah

Farhan Tegaskan Zero Defecation Tidak Boleh Sekadar Status

×

Farhan Tegaskan Zero Defecation Tidak Boleh Sekadar Status

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bicara soal sengketa lahan Sukahaji dan bentrokan Pasirkoja.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (Foto: Istimewa)

Ia menuturkan, kontribusi utama dari pihak Jepang selama tiga tahun terakhir lebih difokuskan pada transfer pengetahuan dan teknologi, mulai dari pengelolaan air limbah, sistem perpipaan, pengolahan limbah, hingga dampaknya terhadap kualitas air sungai. Kerja sama ini tidak berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Baca Juga:  Soal Pembekuan dan Pembubaran Ponpes Al-Zaytun, Ridwan Kamil: Tidak Boleh Mengorbankan Hak Pendidikan Anak!

“Yang dilakukan selama tiga tahun ini adalah capacity building untuk pegawai PDAM, Dinas Lingkungan Hidup, DPKP, DSDABM, termasuk edukasi bagi anak-anak sekolah dan masyarakat,” jelas Farhan.

Menurutnya, dampak kerja sama tersebut mulai terlihat di lapangan. Salah satu indikatornya adalah menurunnya resistensi masyarakat terhadap pembangunan septic tank dan biotank yang sesuai standar.

Baca Juga:  Naas, Pemuda ini Tewas Terserat KRL

“Dulu septic tank di bantaran sungai sering dibuat menempel di pinggir sungai, itu sangat berbahaya karena bisa terbawa arus. Sekarang sudah mulai dihapuskan dan ditanam dengan benar. Resistensi warga juga jauh menurun,” ujarnya.

Baca Juga:  Farhan Siap Hadapi Gugatan Terdakwa Korupsi Bandung Zoo

Farhan menegaskan, target Pemkot Bandung ke depan adalah zero defecation yang seutuhnya dan berkelanjutan, bukan sekadar pencapaian status. Menurutnya, menjaga konsistensi jauh lebih penting dibanding sekadar meraih pengakuan. (Red)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pages ( 2 of 2 ): 1 2