“Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Garut telah menyiapkan langkah antisipatif, di antaranya memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan penanggulangan bencana,” kata Abud.
Selain itu, masyarakat terutama yang berada di kawasan rawan bencana diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat, serta segera melaporkan apabila terdapat potensi kejadian bencana di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, Garut kerap mengalami berbagai jenis bencana seperti banjir, longsor, pergerakan tanah, hingga angin kencang. Data BPBD mencatat selama periode arus mudik dan balik Lebaran, yakni 14 hingga 29 Maret 2026, terjadi 15 kejadian bencana di sejumlah wilayah.
“Dominasi kejadian adalah cuaca ekstrem sebanyak tujuh kali, disusul tanah longsor enam kejadian, dan banjir sebanyak dua kejadian,” tandasnya. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





