Farhan menilai kondisi ini menjadi bahan evaluasi pemerintah kota. Ia menduga pendekatan program yang selama ini dilakukan belum sepenuhnya mampu menggugah ketertarikan warga untuk terlibat aktif.
“Jadi kita ingin melakukan pendekatan untuk melihat sebetulnya, jangan-jangan selama ini program pemerintah memang tidak terlalu menarik minat masyarakat untuk berpartisipasi,” tambahnya.
Sebagai langkah sementara, Pemerintah Kota Bandung memfasilitasi petugas Gaslah dari kelurahan lain untuk bertugas di RW 06.
Skema ini ditempuh agar operasional program tetap berjalan di tingkat kewilayahan meski partisipasi warga setempat minim.
Program Gaslah dirancang untuk merespons persoalan sampah Kota Bandung yang diperkirakan mencapai 1.500 ton per hari.





