Pemerintah kota merekrut 1.596 petugas dengan target mampu mengolah sekitar 40 ton sampah rumah tangga setiap hari.
Farhan menyebut secara kuota, kebutuhan petugas sudah terpenuhi.
“Tapi pada dasarnya yang bagus di sini, satu, Gaslah-nya sudah full, Alhamdulillah. Jadi RW 06 walaupun warganya tidak mau jadi Gaslah, tapi kita transfer kombinasi,” ujarnya.
Namun, ia mengakui capaian pengolahan sampah belum sepenuhnya optimal. Di sejumlah wilayah lain, hasilnya dinilai lebih menggembirakan.
“Pencapaian sampahnya belum memang terlalu bagus, tapi kalau tadi di Maleer sudah sangat bagus. Bahkan tempat pengolahan sampahnya di RW 12 itu kelihatannya kayak melebihi kapasitas,” katanya.
Ke depan, Farhan berencana memperluas fasilitas pengolahan sampah di beberapa RW, terutama di kelurahan yang telah berstatus kawasan bebas sampah.
Pemerintah kota akan menghitung ulang kapasitas yang dibutuhkan sebelum menambah sarana baru.
“Jadi kita akan buka fasilitas pengolahan sampah baru. Kita akan lihat nanti seberapa besar sebetulnya kapasitasnya. Saya akan tinjau lagi yang kedua kali nanti di sini,” pungkasnya. (trn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





