Menurutnya, menyambut Ramadhan tidak hanya berkaitan dengan persiapan fisik, tetapi juga penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Seperti hidangan, ada manisnya kebahagiaan dan gurihnya persaudaraan yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Selain masak besar, kegiatan ini juga diisi dengan bazar produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik warga setempat. Kehadiran bazar tersebut dimaksudkan untuk mendorong perputaran ekonomi di lingkungan kelurahan dengan memanfaatkan potensi lokal.
Camat Bandung Kulon Yogiarto Yoharim menilai kegiatan tersebut sebagai contoh inisiatif warga yang mampu menggabungkan aspek sosial dan ekonomi dalam satu ruang kebersamaan.
“Kegiatan ini menunjukkan bagaimana pembinaan UMKM bisa berjalan seiring dengan penguatan persatuan warga,” kata Yogiarto.





