Eri menyebut gejala yang dialami kedua anak harimau meliputi muntah, diare, hingga adanya darah pada feses, yang menjadi indikasi kuat infeksi virus tersebut.
“Kami sangat berduka. Kedua anak harimau ini bukan sekadar satwa tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bandung,” katanya.
Terkait sumber penularan, BBKSDA belum dapat memastikan asal virus, mengingat Panleukopenia dapat menyebar melalui berbagai faktor lingkungan. Saat gejala pertama muncul, kedua satwa langsung diisolasi dan menjalani perawatan intensif di kandang karantina.
Huru dan Hara merupakan anak dari pasangan induk Sahrulkan dan Jelita, yang lahir pada 12 Juli 2025 dan menjadi salah satu koleksi satwa di Bandung Zoo. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





