Berdasarkan informasi dari Humas Jabar, proyek ini dijadwalkan berlangsung mulai April hingga Agustus 2026. Penataan difokuskan pada penguatan poros utama antara Gedung Sate, Jalan Diponegoro, dan Lapangan Gasibu sebagai identitas pusat pemerintahan Jawa Barat.
Kawasan seluas 14.642 meter persegi tersebut akan dikembangkan menjadi ruang publik terintegrasi dengan akses pedestrian yang lebih ramah serta elemen ruang terbuka hijau.
“Penataan kawasan dilakukan untuk mengembalikan poros utama yang merepresentasikan identitas pemerintahan Jawa Barat sekaligus menegaskan Gedung Sate sebagai pusat,” demikian keterangan Humas Jabar.
Pemprov Jabar juga memastikan proses perencanaan akan disampaikan secara transparan kepada publik, termasuk jadwal pelaksanaan dan desain akhir proyek. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





