Area itu diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan rumah susun untuk buruh karena berdekatan dengan kawasan industri.
Menurut Ade, gagasan hunian vertikal ini berawal dari inisiatif Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang kemudian disampaikan kepada pemerintah pusat dengan dukungan pemerintah daerah.
Usulan tersebut dinilai selaras dengan program pembangunan rumah rakyat yang tengah digencarkan Presiden Prabowo Subianto.
Keterbatasan lahan di sekitar kawasan industri menjadi alasan utama konsep vertikal dipilih. Selama ini, mayoritas rumah bersubsidi berada di wilayah pinggiran yang jauh dari pusat kerja.
Akibatnya, pekerja harus menanggung biaya transportasi tinggi serta waktu tempuh yang panjang setiap hari.





