Pada sesi kedua, Menteri Koperasi sekaligus Ketua Umum IKA UNPAD, Ferry J. Juliantono, memaparkan peran koperasi sebagai wadah ekonomi inklusif bagi pensiunan dan calon wirausaha. Ia memperkenalkan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Acara dilanjutkan dengan kegiatan business matching bersama perwakilan perbankan dan layanan kesehatan, seperti Bank Mandiri Taspen, Bank BJB, Parahita, dan Dental Rakyat, guna memberikan informasi permodalan, pendampingan usaha, serta peluang investasi.
Seminar ini diikuti sebanyak 485 peserta luring serta ratusan peserta daring dari berbagai daerah di Indonesia, yang terdiri dari ASN menjelang purna bakti, pensiunan ASN, dan masyarakat umum.
Kegiatan ditutup oleh Wakil Ketua Umum IKA UNPAD, Tumarize Rine, yang menyampaikan bahwa seminar ini akan dilanjutkan dengan program Mentoring for New Entrepreneur selama enam bulan untuk mendampingi calon pengusaha baru mengembangkan usahanya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, IKA UNPAD berharap dapat berkontribusi nyata dalam mempersiapkan ASN dan masyarakat memasuki masa purna bakti secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem kewirausahaan yang kuat di Indonesia. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





