Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dengan ancaman hukuman penjara minimal tiga tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda hingga Rp600 juta. Khusus kasus eksploitasi seksual anak, pelaku terancam hukuman 10 hingga 15 tahun penjara dan denda Rp200 juta.
Penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan prostitusi online yang lebih luas. Hal ini berdasarkan pengakuan tersangka yang menyebut jumlah korban mencapai sekitar 15 orang.
“Kami juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya, Dinas Sosial, dan KPAID untuk penanganan korban, terutama anak di bawah umur, agar mendapatkan perlindungan dan pendampingan,” pungkas Faruk. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





